Jakarta, hariandialog.co.id.– Polisi menetapkan 16 orang tersangka
dalam kasus buka blokir situs judi online (judol) yang melibatkan
oknum pegawai Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). “Kini,
total sudah 16 orang tersangka dalam kasus buka blokir judi online,”
kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi pada
Minggu (3-11-2024).
Ade Ary menyebutkan sebanyak 11 tersangka dalam kasus
tersebut merupakan oknum pegawai Komdigi, sementara 5 lainnya sipil.
“Kita telah melakukan penangkapan terhadap dua orang tersangka
lainnya. Jadi jumlah tersangka 16 orang,” kata Ade Ary.
Seperti diketahui, keuntungan yang didapat tersangka dari
hasil membina situs judi online yakni Rp 8,5 juta. Mereka sudah
‘membina’ seribu situs judi online. “Setiap web itu kurang lebih Rp
8,5 juta,” kata tersangka kepada polisi saat penggeledahan di Kota
Bekasi, Jawa Barat, Jumat (1-11-2024).
Pegawai Komdigi yang menjadi tersangka ini seharusnya
bertugas melakukan pemblokiran terhadap situs-situs judi online.
Namun, si pegawai justru disalahgunakan untuk membuka webnya.
Oknum pegawai Komdigi tersebut tak memblokir situs-situs judi
online yang ditemukan. Dia justru melakukan ‘pembinaan’ terhadap situs
tersebut sehingga tak terblokir. “Mereka melakukan penyalahgunaan,
juga melakukan kalau dia sudah kenal sama mereka, mereka tidak blokir
dari data mereka,” jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary
Syam Indradi kepada wartawan, Jumat (1-11-2024).
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid
menegaskan pihaknya akan bersih-bersih internal setelah salah satu
pegawai di kementeriannya diamankan terkait kasus judi online atau
judol. Meutya juga sudah membuat pakta integritas agar semua jajaran
di Kementerian Komdigi melawan judi online.
“Kita intinya ini juga bagus buat bersih-bersih dan kita
sudah tegaskan kepada jajaran internal untuk mendukung dan kita
keluarkan. Sekali lagi bersih-bersih untuk mematuhi pakta integritas
yang sebelumnya sudah kita buat sebelumnya dengan jajaran Kementerian
Komdigi untuk sama-sama melawan judol,” kata Meutya kepada wartawan di
Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (1/11/2024) tulis dtc.
“Jadi mohon doanya, teman-teman, mudah-mudahan ini juga
jadi upaya baik untuk bersih-bersih. Sesuai dengan arahan Presiden
Prabowo untuk kita memberantas judi online itu ya,” lanjut Meutya.
(bian-01)
