Jakarta, hariandialog.co.id.- Sebanyak 2.956 bencana alam terjadi di
Indonesia pada periode 1 Januari hingga 24 Oktober 2022, menurut
laporan dariBadan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Selasa
(25-10-2022). “Sampai tanggal 24 Oktober 2022 tercatat jumlah kejadian
bencana sebanyak 2.956 kejadian,” tulis keterangan BNPB, Selasa
seperti dikutip okzn.
Adapun kejadian bencana alam yang mendominasi adalah cuaca
ekstrem, banjir, dan tanah longsor. Rinciannya, bencana banjir terjadi
sebanyak 1.205 kali, tanah longsor 539 kali, cuaca ekstrem 917 kali.
Sementara itu gempa bumi terjadi sebanyak 22 kali, kebakaran hutan dan
lahan 248 kali dan gelombang pasang dan abrasi 21 kali.
“Dari dampak bencana alam tersebut menimbulkan korban
meninggal dunia 191 jiwa, hilang 28 jiwa, 825 luka-luka dan terdampak
dan mengungsi 3.777.749 jiwa,” ujarnya.
Sebelumnya, Plt Kepala Pusat Data, Informasi, Komunikasi Kebencanaan
BNPB Abdul Muhari mengatakan tren bencana alam pada 2022 ini merupakan
hidrometeorologi basah, dan terjadi hampir di seluruh pulau yang ada
Indonesia.
“Dominannya di 2021 kita hidrometeorologi basah sehingga
ini menjadi perhatian kita karena tren ini juga kemudian terjadi di
2022,” jelasnya dalam konferensi pers, beberapa waku lalu.
Untuk itu, pihaknya telah memetakan tujuh provinsi yang paling sering
terjadi bencana alam hidrometeorologi basah. Ketujuh provinsi itu
yakni, Aceh, Sumatera Barat, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur,
Kalimantan Selatan dan Sulawesi Selatan.
Untuk itu, BNPB mengimbau bagi pemerintah daerah di tujuh
provinsi tersebut agar benar-benar memerhatikan kondisi lingkungannya
untuk dibenahi secara kolektif. “Kami meminta untuk melihat kembali
kondisi lingkungan, kondisi sungai, kondisi alam pegunungan yang
selama ini menjadi daerah tangkapan air daerah resapan air, kondisi
daerah sepanjang aliran sungai yang mungkin selama ini terjadi
penyempitan terjadi pendangkalan itu harus benar-benar kita benahi
bersama selanjutnya,” pungkasnya. (han).
