Jakarta, hariandialod.co.id.- Tiga Menteri diantaranya Menteri Dalam
Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meneken nota kesepahaman (Memorandum
of Understanding/MoU) bersama dengan Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody
Hanggodo dan Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar, mengenai sinergi
dalam penyelenggaraan infrastruktur pendidikan pesantren.
Prosesi itu disaksikan langsung oleh Menteri Koordinator
(Menko) Bidang Pemberdayaan Masyarakat (PM) Muhaimin Iskandar di
Gedung Heritage, Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Pemberdayaan
Masyarakat, Jakarta, Selasa (14/10/2025).
Mendagri menjelaskan bahwa pendidikan pesantren merupakan
hal yang penting lantaran menjadi sokoguru pendidikan tradisional di
Indonesia. Oleh karenanya, pendidikan pesantren perlu didukung,
termasuk dari aspek kelayakan infrastruktur. Dengan upaya tersebut,
proses belajar mengajar di pesantren dapat berjalan dengan baik dan
aman.
“Peristiwa beberapa hari lalu di Sidoarjo saya kira ini
menjadi semacam wake up call bagi kita untuk menjamin infrastruktur
pendidikan pesantren ke depan lebih baik,” ujar Mendagri.
Ia mengingatkan, kelayakan infrastruktur bangunan, termasuk
pendidikan pesantren, sejatinya telah diatur dalam beberapa regulasi.
Di antaranya, Undang-Undang (UU) Nomor 28 Tahun 2002, UU Nomor 6 Tahun
2023, UU Nomor 23 Tahun 2014, Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun
2021, Peraturan Presiden Nomor 120 Tahun 2022, serta Instruksi
Presiden Nomor 7 Tahun 2025.
Dalam konteks itu, Mendagri meminta setiap pendirian bangunan
mengacu pada aturan-aturan yang telah ditetapkan. Dalam pendirian
bangunan, baik bangunan baru maupun renovasi, memerlukan Izin
Mendirikan Bangunan (IMB) atau yang saat ini disebut sebagai
Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).
Aturan tersebut perlu dipatuhi untuk memperoleh jaminan
keselamatan, hingga kelayakan gedung. Mendagri menyebut, dalam proses
pengurusan perizinan tersebut, masyarakat dapat memanfaatkan Mal
Pelayanan Publik (MPP) di daerah.
“Sehingga pembuatan PBG, diterbitkan persetujuan bangunan gedung itu
bisa dikerjakan dengan waktu relatif lebih cepat karena semuanya dalam
one roof system,” terangnya, tulis tribarata. (nasya-01)
