Surabaya, hariandialog.co.id. — Polres Jember mengungkap penyebab
ledakan di Masjid Raya Perumahan Pesona Regency, Kecamatan Patrang,
Kabupaten Jember.
Berdasarkan hasil analisis Tim Laboratorium Forensik Timur, dipastikan
tidak ada kandungan bahan peledak di lokasi kejadian.
Kapolres Jember, AKBP Bobby A Condroputro, menyatakan ledakan
yang terjadi saat pelaksanaan salat Tarawih tersebut dipicu oleh
reaksi kimia akibat suhu panas ekstrem pada sebuah lemari besi.
“Dari hasil analisa sementara dari tim gabungan bahwa tidak
ditemukan bahan peledak. Dugaan sementara, ledakan disebabkan oleh
panas berlebih dari bahan atau zat yang mudah terbakar atau meledak
yang berada di dalam lemari besi,” kata Bobby kepada awak media,
Jumat. 27-03-2026
Bobby menjelaskan, sumber ledakan diduga kuat berasal dari
senyawa kimia yang tersimpan di dalam lemari besi, yakni Sodium
Perchlorate (NaClO4) dan Poly (Bisphenol A-co-epichlorohydrin).
Kedua zat itu disebut mengalami lonjakan temperatur yang
drastis sehingga memicu tekanan hebat. Ditengarai bahan-bahan kimia
itu adalah sisa-susa bahan yang digunakan dalam proses renovasi
masjid. “Seperti sodium perklorat NaClO4 dan poli atau bisphenol
acetoepikloro hidrin yang kemudian karena mengalami perubahan suhu
atau temperatur panas sehingga kemudian menimbulkan ledakan,” ujarnya.
Meski indikasi awal sudah ditemukan, pihak kepolisian belum
menutup penyelidikan.
Bobby menegaskan pendalaman masih dilakukan untuk menyisir
adanya sumber ledakan lainnya.
Sementara itu, garis polisi yang sebelumnya melingkari area
masjid kini telah dilepas. Warga sekitar mulai beraktivitas normal dan
perlahan menghilangkan trauma akibat dentuman keras pada Senin (16/3)
malam tersebut, tulis cnni. (sugih-01)
