Jakarta, hariandialog.co.id.- Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri)
menghadirkan Award Pemda Berprestasi 2026.
Ajang apresiasi untuk pemerintah daerah (pemda) seluruh
Indonesia tersebut dibagi menjadi enam klaster. Klaster I Pulau
Sumatera, II (Pulau Jawa dan Bali), III (Pulau Kalimantan), IV (Pulau
Sulawesi), V (Pulau Maluku dan Nusa Tenggara), dan Klaster VI Pulau
Papua.
Ada lima kategori award (penghargaan) yang disiapkan:
Pertumbuhan Ekonomi: Dimensi Pertumbuhan Ekonomi;
Inflasi: Dimensi Pengendalian Inflasi;
Penyerapan Tenaga Kerja: Dimensi Penurunan Tingkat Pengangguran;
Penanggulangan Kemiskinan: Dimensi Penurunan Angka
Kemiskinan/Penurunan Angka Stunting;
Enterpreneur Government: Dimensi Pembiayaan Alternatif.
Masing-masing kategori dipilih terbaik I untuk provinsi dan
terbaik I-III untuk kabupaten/kota. Klaster Pulau Papua mencakup enam
provinsi, dua kota, dan 42 kabupaten.
Khusus kategori penghargaan penyerapan tenaga kerja, Kemendagri
merilis delapan nominasi, terdiri dari tiga pemerintah provinsi
(pemprov) dan lima kabupaten/kota.
Rinciannya Pemprov Papua Tengah, Papua Barat, dan Pemprov Papua Barat Daya.
Adapun nominasi kabupaten/kota, yaitu Kota Jayapura (Papua),
Kabupaten Nabire dan Dogiyai (Papua Tengah), serta Kabupaten Sorong
dan Tambrauw di Papua Barat Daya.
Pada kategori ini, dilaksanakan tahapan penilaian presentasi kepala
daerah yang berlangsung awal April 2026.
Masing-masing menyampaikan paparan secara daring via Zoom di
hadapan tim juri.
Para juri terdiri dari Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri
(BSKDN) Yusharto Huntoyungo, Direktur Pemberitaan Tribun Network Febby
Mahendra Putra, serta Akademisi Universitas Hasanuddin (Unhas)
Makassar Prof. Madris.
Untuk wilayah Papua Barat Daya, presentasi pemprov
disampaikan Gubernur Elisa Kambu, Kabupaten Sorong oleh Wakil Bupati
Sutejo, dan Bupati Tambrauw Yeskiel Yesnath.
Setelah penilaian presentasi, tahapan selanjutnya validasi lapangan.,
tulis tribune, (pitta-01)
