Jakarta, hariandialog.co.id.- — Kementerian Pertahanan (Kemhan)
menyatakan rencana pengembangan Bandara Kertajati, Jawa Barat, menjadi
pusat maintenance, repair and overhaul (MRO) pesawat Hercules/C-130 di
regional masih dalam tahap penjajakan awal.
“Saat ini masih dalam tahap pembahasan dan penjajakan awal,
sehingga sifatnya masih proses pengembangan Kertajati sebagai pusat
MRO Hercules regional,” kata Karo Infohan Setjen Kemhan Brigjen Rico
Ricardo Sirait saat dihubungi, Senin, 25 Mei 2026.
Ia menjelaskan Bandara Kertajati dipilih karena memiliki
lahan yang luas dan fasilitas memadai. Rico menegaskan rencana itu
untuk penguatan kapasitas industri pertahanan dan aviasi nasional,
bukan pembangunan pangkalan militer asing.
“Agar Indonesia ke depan memiliki kemampuan maintenance
pesawat angkut strategis yang lebih mandiri dan dapat berkembang
menjadi hub regional secara bertahap. Jadi ini lebih kepada
pengembangan kemampuan teknis dan industri, bukan pembangunan
pangkalan militer asing,” ujarnya.
Sebelumnya, rencana itu awalnya diungkap oleh Menteri
Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin dalam rapat dengan Komisi I
DPR RI pada Selasa (19/5).
Dalam rapat, Sjafrie bercerita pertemuannya dengan Menteri
Perang AS Pete Hegseth pada tahun lalu. Tawaran pun disampaikan Pete
ke Sjafrie. “Dia menawarkan, dan ini tidak ada di negara ASEAN, dia
menawarkan bagaimana kalau pemeliharaan C-130 di seluruh Asia saya
pusatkan di Indonesia atas biaya kami,” kata Sjafrie dalam rapat.
Sjafrie mengatakan tidak langsung menjawab tawaran itu dan
melaporkannya ke Presiden Prabowo Subianto. “Saya lapor Bapak
Presiden, kasih Kertajati. Kita sedang bekerja untuk itu,” katanya,
tulis cnni. (dika-01)
