Jakarta, haiandialog.co.id. – Ketiadaan pasukan militer di tingkat
kabupaten hingga banyaknya begal dan kriminalitas di pelbagai tempat
turut menjadi alasan pemerintah membentuk 750 batalyon baru sampai
2029 baru. “Saya ingin sedikit menyinggung, apa manfaat batalyon
infanteri teritorial pembangunan. Apa yang kita lihat sebelum ada
batalyon teritorial pembangunan. Tadinya di kabupaten tidak ada
pasukan. Apa yang terjadi? Begal kriminal itu yang besar sekali,” ujar
Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin, dalam rapat Komisi I DPR,
Senayan, Jakarta, Selasa (19/5/2026).
Sjafrie menjelaskan, setelah TNI menempatkan batalyon dan membangun
pangkalan di daerah yang diambilnya sebagai contoh itu, begal dan
kriminal seketika hilang di atas 50 persen dari daerah itu. Sebab,
kata dia, tugas batalyon teritorial pembangunan termasuk melakukan
patroli keliling dengan kendaraan yang disiapkan oleh industri
pertahanan. “Membangun sistem keamanan lingkungan, siskamling, yang
tadinya itu menurun kemudian hidup kembali. Ini yang yang berkaitan
dengan kriminalitas,” jelasnya.
Kemudian, Sjafrie mengungkit Indonesia yang memiliki 514
kabupaten/kota dengan 287 juta penduduk. Lalu, Indonesia juga
berbatasan langsung dengan 11 negara. Sjafrie menekankan, pembentukan
750 batalyon bukan untuk mengantisipasi serangan dari negara yang
berbatasan dengan RI. “Kita ingin menjaga kedaulatan negara kita. Dan
kita membangun kemampuan kita ini untuk mengawal ini semua. Akhirnya
mereka bisa mengerti,” ucap Sjafrie, tulis Kompas. (halim-01)
