
Bandung Barat, hariandialog co.id -Teriakan semangat dan tepuk tangan penonton pecah saat para perenang cilik meluncur cepat membelah air, di kolam renang Riung Yudha Batujajar.
Hari ini, Kabupaten Bandung Barat (KBB) resmi menggelar Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Sekolah Dasar (SD) tahun 2026. Salah satu yang paling menyedot perhatian adalah kembalinya cabang olahraga (cabor) renang ke arena perlombaan (05/05/2026 ).
Setelah sempat vakum dan tidak dilaksanakan pada tahun 2024 hingga 2025 lalu, cabor renang kini kembali hadir dengan gairah baru. Tak tanggung-tanggung, antusiasme peserta dan orang tua siswa meledak dalam gelaran kali ini.
Ketua Koordinator Cabor Renang sekaligus Penanggung Jawab Pertandingan, Pak Budi, tak dapat menyembunyikan rasa syukurnya. Ia menyebut momentum tahun 2026 adalah titik balik kebangkitan prestasi renang di Bandung Barat.
”Alhamdulillah, tahun 2026 ini cabor renang sudah kembali dilaksanakan bahkan sampai tingkat nasional. Kemarin sempat terkendala di tahun 2024 dan 2025, renang tidak jalan. Sekarang antusiasme luar biasa karena jalurnya langsung tembus ke nasional lagi,” ujar Budi saat ditemui Tribun di lokasi pertandingan.
Persaingan Sengit 16 Kecamatan Satuan Pendidikan tingkat dasar.
Sebanyak 26 atlet terbaik yang berasal dari 16 Kecamatan di seluruh wilayah Kabupaten Bandung Barat turun gelanggang. Mereka terdiri dari 13 atlet putra dan 13 atlet putri yang sudah lolos seleksi ketat di tingkat kecamatan masing-masing.
Budi menegaskan bahwa ajang ini murni merupakan ajang prestasi akademik dan olahraga bergengsi bagi siswa, bukan sekadar turnamen biasa.
”Ini adalah Olimpiade Siswa Nasional, bukan Piala Bupati. Fokus kami adalah menjaring talenta terbaik untuk mewakili nama daerah,” tegasnya dengan penuh semangat.
Nantinya, para juara yang berhasil mendulang medali terbanyak akan otomatis menjadi wakil Kabupaten Bandung Barat untuk bertarung di tingkat Provinsi Jawa Barat. Jadwalnya, mereka akan bertanding kembali pada bulan Juli atau Agustus mendatang.
Antusiasme Orang Tua Jadi ‘Bahan Bakar’ Semangat Atlet

Pemandangan menarik terlihat di pinggir kolam. Bukan hanya atlet yang berkeringat, para orang tua dan pendamping pun tampak sangat tegang sekaligus bersemangat memberikan instruksi dari kejauhan.
Budi menilai, kehadiran orang tua tahun ini jauh lebih ramai dibanding tahun-tahun sebelumnya. Kerinduan akan kompetisi yang berjenjang hingga nasional menjadi alasan utamanya.
”Antusiasme orang tua jangan ditanya, ramai sekali! Karena sempat terpotong satu tahun tidak ada jalur ke nasional, sekarang setelah dibuka lagi, semangatnya berlipat ganda,” kata Budi.
Persiapan para atlet pun tidak main-main. Sejak usai libur Lebaran beberapa waktu lalu, para siswa di tiap kecamatan sudah digembleng latihan fisik dan teknik demi bisa tampil maksimal di bulan Mei ini.
Mengejar Kembali Memori Medali Perak
Kabupaten Bandung Barat sebenarnya memiliki sejarah manis di cabang renang. Budi mengenang, sebelum pandemi COVID-19 melanda, atlet renang KBB pernah mengharumkan nama daerah dengan meraih medali perak di tingkat Provinsi.
Target besar pun dipasang. Budi berharap, cabor renang bisa menyusul kesuksesan cabor lain seperti karate, sepak takraw, hingga sepak bola yang konsisten menembus tingkat nasional.
”Harapan saya, mudah-mudahan renang juga bisa kembali ke nasional seperti tahun-tahun kebelakang. Kami ingin membuktikan bahwa talenta atlet Bandung Barat tidak bisa dipandang sebelah mata,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, perlombaan masih berlangsung dengan tensi yang tinggi namun tetap menjunjung tinggi nilai sportivitas antar atlet pelajar ( Nagon ).
