Bali, hariandialog.co.id.- Provinsi Bali yang berada di
Tengah-tengah antara Pulau Jawa dan Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat,
sangat membutuhkan jalan bebas hambatan atau TOL. Kemacetan sudah ada
di mana-mana apalagi saat saat jam sibuk atau kerja terlebih hari-hari
libur.
Pintu masuk ke Pulau Bali yaitu Pelabuhan Gilimanuk di
Kabupaten Jembrana, sudah macet dimana-mana hanya untuk menuju
Denpasar, Bali, yaitu Ibu kota Provinsi Bali. Dan begitu pula yang
menuju Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat bila menggunakan transport
darat harus melalui beberapa kabupaten.
Sehingga keberadaan jalan TOL yang menghubungkan antar
pulau melalui Bali sangat dibutuhkan. Tujuannya guna mempercepat atau
lancar perjalanan khususnya truk yang membawa kebutuhan baik untuk
para kabupaten di Bali begitu juga di Pulau Lombok. Begitu juga
transport Bus wisata maupun penumpang yang sehariannya bisa mencapai
ratusan kendaraan belum lagi pada saat liburan Panjang.
Kendaraan truk yang mengangkut kebutuhan dan juga bus
angkutan umum serta bus pariwisata yang dari Pulau Jawa menuju Bali
seperti ke Kabupaten Badung, Kabupaten Bangli, Kabupaten Buleleng,
Kabupaten Gianyar, Kabupaten Jembrana, Kabupaten Karangasem, Kabupaten
Klungkung, Kabupaten Tabanan ke Denpasar, Ibu Kota Porvinsi, sangat
berharap jalan bebas hambatan berbayar (TOL).
Harus disadari ada 100 tempat wisata di Pulau Dewata Bali,
tersebar di kabupaten-kabupaten seperti wisata Alam, Wisata Budaya
dan wisata Landmark yang setiap saat dikunjungi Masyarakat luar
daerah. Begitu juga kendaraan baik kecil maupun besar yang harus
melintasi Bali menuju Pulao Lombok dan sebaliknya. Sehingga jalan tol
sangat di butuhkan.
Bila ada jalan tol artinya kendaraan yang menuju Denpasar
maupun Pulau Lombok, NTB, bisa menggunakan jalan tersebut tanpa harus
melalui jalan utama. Sehingga kendaraan yang datang dari Pulau Jawa
melalui Pelabuhan Gilimanuk bisa langsung menuju Pelabuhan Padang Bai
atau ke Pelabuhan Benoa dan sebaliknya.
Keberadaan jalan tol bukan saja mengurai kemacetan di
jalan protocol atau jalan utama tapi, akan menambah pendapatan hasil
daerah (PAD). Tentu pengelola jalan tol akan membayar royalty lewat
jalan lahan milik Provinsi Bali.Disamping itu akan menambah lowongan
pekerjaan buat jalan tol. “Saya yakin kalau ada jalan tol, wisatawan
akan lebih banyak berkunjung ke Bali maupun Lombok. Karena jarak
tempuh akan lebih baik dan cepat,” jelas Alexius yang mengaku sering
bepergian ke Pulau Bali menggunakan jalan darat.
Hal senada juga diungkapkan para pengemudi truk yang
berasal dari Pulau Jawa dengan tujuan Bali dan Pulau Lombok, sangat
setuju dengan keberadaan jalan tol. “Kita membawa kendaraan akan lebih
cepat dan lebih lancer. Kalau cepat sampai barang pesanan, pasti naik
sedikit biaya perjalanan sudah dipastikan tidak ada masalah. Apalagi
akan lebih hemat atau irit Bahan Bakar Minyak,” ungkap beberapa
pengemudi yang ditemui di pinggir jalan baik menuju terminal Kecamatan
Mengwi, maupun sesudah terminal di Kabupaten Badung. (Farhan-01)
