Jakarta, hariandialog.co.id.- – Kawasan Pasar Glodok Jaya yang di masalalu tersohor sebagai salah satu pusat perdagangan elektronik terbesardi Jakarta, kini keadaannya kian meredup dan lengang. Terpantau Selasa, 6 Juni 2026, deretan ruko kini memilihuntuk menyudahi operasionalnya, beriringan dengan penurunan drastisjumlah pengunjung yang datang berbelanja. Kondisi sepi yang berkepanjangan ini memicu keluhan dari parapedagang setempat, lantaran menyusutnya angka peminat berimbaslangsung pada kemerosotan omzet penjualan yang tak lagi sejaya dulu.Situasi ini memaksa mereka untuk bertahan dengan hanya mengandalkanloyalitas dari para pelanggan setia yang tersisa. Salah satunya Ginti, pedagang CCTV yang kini mengandalkanlangganannya. Namun, penjualan saat ini, menurutnya, sudah turunhingga 30%, karena langganannya juga mulai mengurangi pembelian saatdaya beli masyarakat sedang lesu. “Wah, sudah beda banget kalau samayang dulu, sekarang inginnya nangis, belum langganan saya juga mulaimengurangi pembelian, jadi penjualan mungkin sudah turun 30%,” kataGinti saat ditemui CNBC Indonesia, dikutip Sabt (6/6/2026). Dahulu saat masih ramai, Ia bisa meraup keuntungan hinggapuluhan juta rupiah. Kini, dengan hanya mengandalkan langganannya, Iahanya bisa meraup kurang dari Rp5 juta. “Dulu pas di sini masihjaya-jayanya, ada kali dapat hingga Rp20 juta, sekarang mau Rp3 jutasaja susah, kadang Rp1 juta saja juga susah,” terangnya, tu;is cnbc.(aluka-01)
