
Deli Serdang, hariandialog.co.id – Warga sekitar Parit Endut di Desa Tanjung Gusta, Kecamatan Sunggal, dulu harus menunggu hingga tiga hari agar banjir surut. Setelah Pemkab Deli Serdang menormalisasi parit sepanjang 1,2 kilometer itu, warga melaporkan air kini surut begitu hujan reda. Normalisasi Parit Endut merupakan satu dari 22 pekerjaan pengendalian banjir yang telah dituntaskan Pemkab di Sunggal di bawah kepemimpinan Bupati dr. H. Asri Ludin Tambunan Senin, (2/11/2026).
Pemkab mengerahkan ekskavator untuk menormalisasi Parit Endut sepanjang 1,2 kilometer di Jalan Tani Asli. Di desa yang sama, normalisasi drainase Jalan Banten juga telah selesai. Empat pekerjaan lainnya masih menunggu, termasuk pemasangan pintu klep dan penggantian gorong-gorong di kawasan Jalan Lapas.
Di Desa Purwodadi, perubahan paling jelas terlihat di Jalan Mesjid. Sebelum saluran sepanjang 300 meter dinormalisasi, warga harus menunggu tiga hingga empat jam agar genangan surut. Setelah pekerjaan selesai, waktu surut berkurang menjadi satu hingga satu setengah jam. Di Jalan Pelita, warga melaporkan air surut dalam sekitar 30 menit setelah saluran di hilir Sungai Baung diperdalam.
Di Desa Puji Mulyo, keempat pekerjaan yang diusulkan telah rampung. Di antaranya, pembenahan parit dan jalur pembuangan air sepanjang 1,5 kilometer di Jalan Kompos Ujung. Menurut keterangan warga yang dihimpun kecamatan, Jalan Kompos sudah tidak tergenang. Di kawasan Jalan Medan–Binjai kilometer 12, warga menyebut ketinggian banjir yang sebelumnya mencapai pinggang kini turun menjadi sebetis.
Pemkab juga telah mengeruk endapan di Waduk Bangun Mulia, Desa Medan Krio. Saat laporan disusun, normalisasi Sungai Krio dan Sungai Tengkorak, dengan total panjang penanganan 7,2 kilometer, mencapai 60 persen.
Hasil pekerjaan belum merata. Di Desa Helvetia, warga melaporkan banjir justru memburuk. Evaluasi kecamatan mencatat beberapa bagian saluran masih terputus sehingga air belum mengalir lancar. Kecamatan merekomendasikan penyambungan saluran dan penyelesaian gorong-gorong di Dusun VIII. Untuk tahap berikutnya, kecamatan juga menempatkan penguatan tanggul Sungai Krio dan normalisasi Parit Baung sepanjang 1,3 kilometer sebagai prioritas.(hm)
