
Denpasar-,hariandialog.co.id.- Made Muliawan Arya, calon pasangan calon (paslon) nomor urut 1 dari Mulia-PAS, yang akrab disapa De Gadjah, melakukan silaturahmi ke SD Muhamadiyah di Jalan Imam Bonjol, Denpasar, Sabtu 26 Oktober 2024. Kegiatan ini disambut hangat oleh para pimpinan dan pengurus Muhamadiyah.
Ketua Pimpinan Wilayah Muhamadiyah, H. Husnul Fahmi, bersama Wakil Ketua H. Nanas Sokhan dan Sekretaris H. Homsun Imtihan.Dalam acara tersebut beberapa tokoh penting, Seperti Ketua Pemuda Wilayah Muhamadiyah Bali, Abdilah Nur Ihsan, Ketua Ikatan Mahasiswa Muhamadiyah, Faiz Ali, dan Pimpinan Ikatan Pelajar Muhamadiyah Bali, Muhammad Ardiansyah.
Kehadiran para tokoh ini menunjukkan komitmen Muhamadiyah untuk tetap terlibat dalam dinamika politik dan sosial di Bali.De Gadjah mengungkapkan bahwa hubungan baik yang telah terjalin dengan Muhamadiyah menjadi salah satu alasan mengapa ia melakukan silaturahmi ini. Ia menyatakan, “Saya ingin mempererat hubungan persaudaraan dengan teman-teman di Muhamadiyah dan sekaligus mohon doa restu.
“ Silaturahmi ini bukan hanya sekadar pertemuan formal, tetapi juga sebagai wadah untuk berbagi visi dan misi dalam membangun Bali. De Gadjah menegaskan bahwa visi Muhamadiyah dan paslon Mulia-PAS sejalan, yaitu menginginkan perubahan untuk Bali menuju arah yang lebih baik. “Kami berkomitmen untuk bersama-sama membangun Bali, melibatkan berbagai organisasi kemasyarakatan, baik itu Muslim, Kristen, Hindu, maupun Budha,” ujarnya.
De Gadjah menyadari pentingnya kolaborasi dan partisipasi dari berbagai pihak. Ia menekankan bahwa tidak mungkin mencapai kemajuan tanpa peran aktif masyarakat. “Sebagai pelayan rakyat, jika saya terpilih menjadi Gubernur Bali, saya akan banyak mendengar suara rakyat, layaknya gajah yang memiliki telinga besar,” ujarnya
.Ketua Pimpinan Wilayah Muhamadiyah, H. Husnul Fahmi, juga memberikan pandangannya tentang silaturahmi ini. Ia mengungkapkan rasa syukur karena dapat menerima kunjungan De Gadjah. “Kami dari Muhamadiyah berkomitmen untuk menerima setiap tamu dengan baik. Meskipun kami tidak berpolitik praktis, kami tidak anti terhadap politik,” jelasnya.
Husnul Fahmi menambahkan bahwa kader-kader Muhamadiyah juga diperbolehkan terlibat dalam politik praktis. “Hubungan kami dengan De Gadjah sudah terjalin baik seperti persaudaraan. Kami berharap kedepannya bisa menjadikan Bali lebih baik,” tuturnya. (Smn/rls)
