Jakarta,hariandialog.co.id– Keluarga pasien rawat inap karena pasien didiagnosa menderita tipes,kecewa atas pelayanan yang diberikan pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) RS Budhi Asih yang beralamat di Jalan Dewi Sartika, Jakarta Timur (Jaktim).
Menurut Harapan Naibaho yang merupakan orang tua pasien bernama Dwi yang ditrawat inap di ruang Cempaka lantai 7 gedung lama RSUD Budhi Asih tersebut, saatdia bermaksud memberitahukan bahwa cairan infusan anaknya yang terkena penyakit tipes sudah habis supaya diganti petugas perawat piket, pada Rabu (21/2/2024) sekitar Pukul 24.30 WIB, tetapi petugas perawat piket yang kemudian diketahui bernama Andri dan Achmad Yani, tidakada di tempat piket.
“Kita coba cari dan panggilin terus, tetapi tak berhasil ditemukan’Karena saya merasa khawatir keadaan pasien,maka saya langsung kembali ke ruang rawat.
Namun putri saya memberitahukan kepada saya bahwa darah sudah naik dari suntikan infus keselangnya. Karena saya makin khawatir, makan saya tutup setelan infusan agar darah tak bertambah naik terus, “kata Harapan.
Harapan-pun menambahkan seperti dikatakan kepada Redaksi Dialog, putrinya juga saat itu tak bisa menenangkan diri,termasuk dirinya selaku orang tua pasien dibuat panik melihat keadaan pasien.
Namun setelah pukul 04.45 WIB atau subuh, perawatnya datang dan memeriksa pasien serta mengganti cairan infusan seusai selesai dibenahi semua.
“Saya melaporkan tadi malam,dan saya mencari Bapak dan menunggu hingga pukul 01.30 WIB, tetapi dengan spontan dan nada tinggi,petugas perawat jaga tersebut mengatakan dengan berdalih; saya ada di situ (ruang jaga-red).
Namun, setelah ada juga orang tua pasien lain yang juga berada di ruangan yang sama menambah menjelaskan bahwa ia juga ke tempat piket,tgetapi tidakada seorang-pun disana?. Kemudian perawat jaga itu mengatatakan dengan beralibi “Saya melayani ada pasien 30 orang masuk malam itu di sebelah sembari,” katanya dengan bergegas meninggalkan ruangan pasien.
Untuk itu,Harapan Baho berharap agar pihak perawat ataupun pihak medis yang bekerja di RSUD Budhi Asih, janganlah bermain-main atau mengabaikan tugasnya saat menjalankan tugas. Dampaknya akan buruk kepada pasien karena tidak mendapat penanganan buru-buru hanya karena perawat tidak ada di ruang jaga. (hnb)
