Bandung Barat,hariandialog co.id-Sekolah Menengah Pertama Negri (SMPN) 1 Cilin Kabupaten Bandung berlokasi di Desa Cililin Kecamatan Cililin, Kabuaten Bandung Barat, mendapat bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) 2023 untuk fisik dengan sumber Dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pusat untuk 8 jenis pekerjaan Rehabilitasi dengan pagu anggaran Rp3.327.669.200.
Kedelapan jenis kegiatan tersebut yakni 21 Ruang Kelas, 2 unit toilet (Jamban), Ruang Tata Usaha(TU ),Ruang Kepsek,Ruang Laboratorium Komputer,Ruang UKS dan Ruang Guru.
Kepala Sekolah SMPN 1 Cililin ‘Jaja Spd.menjelaskan dari awal pihaknya mengajukan berdasarkan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dengan rehabilitasi sedang saja, namun setelah dianalisis oleh konsultan sipil (Disdik KBB) menyarankan bangunan tersebut harus dirobohkan, kerena struktur bangunan tidak lagi memungkinkan direhabiltasi atau sudah membahayakan. Jadi harus dirobohkan total’
dari hasil kajian
“Konsultan menginstruksikan bangunan itu harus dibongkar atau dirobohkan total, kenapa? Karena bangunan lantai dua yang lama kalo tidak di bongkar dikawatirkan akan ambruk, riskan apabila terjadi gempa karna menyangkut keselamatan Jiwa (Siswa) Kontruksi bangunan yang sedang dibongkar itu tidak memakai besi kolom,besi selup yang standar kemudian campuran adukan pun kemungkinan tidak sesuai aturan (adukan manual) sehingga sangat riskan terjadi yang tidak diinginkan,kalo sekarang kami mengunakan Coran molen Ademix sesuai standar Kontruksi sa’at di temui dilokasi pekerjaan sekaligus meninjau yang sedang dikerjakan, ungkap Jaja’kepada hariandialog co.id” Rabu (4-10-2023) kemarin.
Lebih lanjut Jaja menuturkan, kami dari pihak sekolah harus ta’ati arahan dari Kosultan sebagai ahlinya. Maka setiap pembelian material yang digunakan selalu dikoordinasikan dulu dengan konsultan agar sesuai dengan spesifikasi. Karena dalam konstruksi tidak boleh main – main harus betul betul matang pekerjannya sesuai Sepek.
“Pekerjaan ini dilaksanakan oleh Komite sekolah dengan swakelola type IV. Kepala Sekolah adalah sebagai Penanggungjawab,” tegasnya.
Ia menambahkan, Komite dan Kepsek selalu berkoordinasi dengan Konsultan, bagaimana penggunaan matrial seefisien mungkin namun tidak mengungurangi kualitas fisik bangunan.
“Jadi kami tetap mentaati aturan sesuai RAB atas arahan konsultan.
Ketika ditanya Awak Media tetang Kegiatan Belajar Mengajar ( KBM) siswa.? Kami khussunya pihak Sekolah mengusulkan ke Dinas Pendidikan (Disdik) KBB’ selama berlangsung Pekerjan” DAK” untuk sementara Daring dulu sebelum beres ,hasil rapat yang diputuskan dengan pihak dinas terkait,tidak mungkin di paksakan belajar tatap muka,akan terganggu.
Jaja berharap walau pun di masa pengabdian sebagai Kepala Sekolah kurang lebih satu tahun lagi, tidak meninggalkan kesan yang tidak baik.
Justru kita harus
” meninggalkan nilai yang baik sebagai kenangan nantinya bagi Siswa dan Orang tua Siswa serta guru di SMPN 1 Cililin,” ada pribahasa Gajah mati tinggalkan gading,Macan mati tinggalkan Belang’ Ingsa “Alloh”Kita mati tinggalkan kebaikan untuk semua Orang “punkas Jaja.( nagon)
