Jakarta, hariandialog.co.id. — Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody
Hanggodo menargetkan 252 hunian sementara (huntara) di Kabupaten
Tapanuli Selatan, Sumatra Utara, bisa dihuni masyarakat terdampak
bencana sebelum Lebaran 2026. Hal itu ia sampaikan saat meninjau
kesiapan hunian tersebut pada Senin, 09-03-2026.
Dody berharap seluruh proses pembangunan bisa selesai sebelum
lebaran sehingga para pengungsi bisa menikmati Hari Kemenangan di
hunian yang lebih layak. Karenanya, kendala seperti kurangnya sumur
bor diminta untuk dipercepat pembangunannya. “Kami targetkan dalam
beberapa hari ke depan sumur tambahan selesai sehingga seluruh warga
yang berhak bisa segera menempati hunian sementara ini,” ujar Dody
dalam kunjungannya.
Adapun sistem penyediaan air bersih di kawasan Rumah Hunian
Tapanuli Selatan memanfaatkan sumur bor dan tandon air dengan pompa.
Sementara pasokan listrik berasal dari PLN dengan daya 900 watt untuk
setiap unit hunian.
Saat ini, dua titik sumur bor dangkal telah tersedia, dan
Kementerian PU melalui PT Nindya Karya tengah mempercepat penambahan
menjadi empat hingga lima titik sumur bor untuk memastikan kecukupan
pasokan air bagi seluruh penghuni di 21 blok hunian tersebut.
Huntara ini dibangun oleh PT Nindya Karya di atas lahan
seluas 14.369,03 meter persegi dengan total 252 unit hunian yang
tersebar di 21 blok.
Untuk menunjang kebutuhan masyarakat, kawasan ini juga
dilengkapi berbagai fasilitas pendukung seperti dapur bersama, area
cuci, mushola, gedung serbaguna, lapangan futsal, ruang komunal, taman
bermain anak, pos jaga, area hijau, area parkir serta sistem Instalasi
Pengolahan Air Limbah (IPAL) berkapasitas 5 meter kubik.
Dalam kesempatan ini, Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan
Pasaribu, yang turut hadir dalam kunjungan tersebut menyampaikan
apresiasi atas dukungan pemerintah pusat dan para pihak yang terlibat
dalam percepatan pembangunan hunian bagi masyarakat terdampak bencana,
tulis cnni. (aluka-01)
