
Jakarta, hariandialog.co.id.- “Mana yang digembor-gemborkan
pelayanan prima buat pencari keadilan. Tidak tampak hari ini. Kami
kesal dan kecewa karena sudah pukul 16.30 belum mulai sidang pidana,”
kata Waitono salah seorang keluarga terdakwa di PN Jakarta Selatan,
Senin, 10 November 2025, pukul 16.25.
Bukan hanya Waitono warga Sawangan, Bogor itu, yang merasa
kecewa dengan PN Jakarta Selatan tapi juga beberapa pengacara. “Kami
sesuai perintah hakim di persidangan menyebutkan sidang akan
dilaksakan pada 10 November 2025, pukul 13.00. Tapi kenyataanya sudah
pukul 16.30 belum mulai dan masih sidang perkara Perdata,” H. Arahman,
SH, MKn.
Namun, H. Arahman menyebutkan, apa yang dialami saat ini,
10 November 2025, pukul 16.30 masih menantikan panggilan untuk siding
adalah bagian dari peringatan Hari Pahlawan. “Saya dan tim menganggap
hari ini hari Pahlawan ikut menjadi pahalawan untuk keadilan. Jadi
siap menanti panggilan mas u ke ruang sidang dari Jaksa Penuntut Umum.
Kita memaklumi hari ini hari Pahlawan harus iklas dan siap menjadi
pahlawan sidang sore,” katanya di depan ruang sidang Satu.
Sementara itu, salah seorang jaksa yang hadir untuk
menyidangkan perkara pidana kasus Narkotika mengaku sudah terbiasa
sidang sore walau ketua majelis hakim meminta agar hadir pagi. “Jadi
kalau PN Jakarta Selatan sidang sore bukan hal baru. Jadi kita sudah
terbiasa merasakan sidang sore. Padahal, di PN Jakarta Timur, Jakarta
Utara disebut mendengar rekannya jaksa dari Kejaksaan Tinggi DKI
Jakarta menyebutkan, tepat waktu . Sidang di PN lain paling lama pukul
16.00 sudah lesai semua sidang,” ungkapnya.
Keluhan dan kesal pencari keadilan itu, Ketika
dipertanyakan kepada juru bicara PN Jakarta Selatan, Rio Barten
melalui alat komunikasi dengan cara WhatsApp, sebagai konfirmasi,
tidak ada jawaban. Padahal, di HP pengirim terlihat ada conteng biru
dua pertanda di baca, namun tidak ada tanggapan atau penjelasan kenapa
sudah memasuki pukul 16.30 belum ada sidang perkara Pidana. (tob)
