Jakarta, hariandialog.co.id– Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan
sejumlah pengusaha melaporkan peningkatan konsumsi rumah tangga di
Indonesia berkat pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ia mengatakan laporan tersebut diterimanya langsung dari kalangan
Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo).
“Saya ketemu pengusaha-pengusaha Apindo, mereka lapor ke
saya, ‘Pak, belum pernah Pak, udah lama sekali, belum pernah bulan
Januari konsumsi rumah tangga di Indonesia naik sangat tinggi’. Dan
ini, menurut mereka, ini karena MBG,” ujar Prabowo dalam acara
Peresmian 1.072 SPPG dan 18 Gudang Ketahanan Pangan di SPPG Palmerah
Polres, Jakarta Barat, Jumat, 13 – 02 -2026.
Menurut Prabowo, program MBG tidak hanya berdampak pada
pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga disebut berkontribusi terhadap
aktivitas ekonomi, termasuk peningkatan permintaan bahan pangan serta
pembukaan lapangan kerja.
Ia menyebut setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)
atau dapur MBG membutuhkan tenaga kerja dan pasokan bahan pangan dalam
jumlah besar, sehingga memberikan peluang kerja bagi masyarakat yang
sebelumnya tidak memiliki penghasilan. “Lapangan kerja dibentuk satu
dapur, satu SPPG, 50 orang bekerja. Yang tadinya tidak punya
penghasilan. Mereka bekerja. Mereka bisa bantu suami. Mereka bisa
membantu anaknya,” ujarnya.
Selain itu, Sang Kepala Negara mengatakan program tersebut
disebut membantu mengurangi kesenjangan ekonomi. Ia mengaku menerima
laporan dari sejumlah kepala daerah terkait dampak MBG terhadap
indikator ketimpangan.
“Sebenarnya saya dapat laporan, baru beberapa hari juga dari
beberapa kabupaten, beberapa kepala daerah, mereka katakan mereka
sekarang yakin manfaat dari MBG. Karena apa? Mengurangi kesenjangan.
Kesenjangan antara yang kaya dan miskin itu diukur oleh gini rasio.
Mereka lihat gini rasionya berkurang,” kata dia.
Prabowo juga menyebut meningkatnya kebutuhan bahan pangan
untuk program MBG dinilai berdampak pada petani kecil karena hasil
produksi mereka terserap pasar. Menurutnya, sebelumnya petani sering
tidak mengetahui kepastian pembeli hasil panen, namun kini permintaan
dinilai lebih terjamin.
Ia menambahkan pemerintah menerima laporan permintaan
terhadap hasil pertanian bahkan meningkat hingga terjadi persaingan
untuk memperoleh produk dari petani. Menurut Prabowo, kondisi tersebut
menunjukkan adanya peningkatan serapan produksi pangan di tingkat
lokal. “Dan kita lihat, tiap hari satu SPPG butuh sayur, butuh telur,
butuh ayam, butuh daging, dan sebagainya. Ini menghidupkan
petani-petani kecil, mereka sekarang yakin punya penghasilan,” ujar
Prabowo, tulis cnni. (tob-01)
