
Majalengka, hariandialog.co.id-Proyek Revitalisasi SMP Negeri 2 Ranji di Kecamatan Kasokandel, Kabupaten Majalengka, dengan nilai anggaran mencapai Rp1,25 miliar dari APBN Tahun Anggaran 2025, kini menjadi sorotan publik. Sejumlah warga menilai, pelaksanaan proyek tersebut terindikasi tidak sepenuhnya mengikuti standar teknis konstruksi bangunan pendidikan.
Pantauan lapangan menunjukkan adanya dugaan ketidaksesuaian pada pemasangan struktur baring (rangka atap). Menurut A. UJ, tokoh masyarakat setempat yang ikut memantau langsung proses pembangunan, ditemukan bahwa baring tidak menggunakan amping (gugunungan) dan dudukan baring tidak berada di atas ring balok, melainkan di atas bata biasa.

“Kalau baring tidak dipasang di atas ring balok dan tanpa amping, jelas kekuatannya berkurang. Saya khawatir bangunan bisa goyah kalau kena tekanan angin besar atau gempa kecil,” ujar A. UJ saat ditemui di lokasi, Jumat (31/10).
Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran dari warga sekitar, mengingat proyek revitalisasi ini menggunakan dana publik yang tidak sedikit. Beberapa pihak menilai bahwa fungsi ring balok bukanlah sebagai pengganti dudukan utama baring, melainkan sebagai pengikat dan penyebar beban struktur secara menyeluruh. Jika komponen bangunan tidak terpasang sesuai ketentuan, maka kestabilan dan daya tahan bangunan dapat terancam.
Sementara itu, saat tim Harian Dialog berupaya mengonfirmasi hal tersebut kepada Kepala SMPN 2 Ranji, Dede Rustandi, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan. Dihubungi melalui sambungan telepon maupun pesan WhatsApp, tidak ada respon hingga berita ini diturunkan. Saat awak media mendatangi sekolah pada Jumat (31/10)Dede Rustandi juga tidak berada di tempat.

Masyarakat berharap Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka bersama instansi teknis terkait turun langsung ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap pelaksanaan proyek ini.
“Kami tidak menolak pembangunan, justru mendukung penuh. Tapi kalau ada yang tidak sesuai standar, tolong diperiksa. Jangan sampai dana miliaran rupiah habis, tapi bangunannya cepat rusak,” tambah A. UJ.
Proyek revitalisasi senilai miliaran rupiah ini diharapkan dapat memberikan manfaat besar bagi peningkatan mutu pendidikan di wilayah Kasokandel. Namun demikian, pengawasan ketat dan penerapan standar konstruksi yang benar tetap menjadi kunci agar hasil pembangunan benar-benar aman, kuat, dan berumur panjang.
(Reporter: Ayub)
