
Belitung, hariandialog.co.id – Hamparan gugusan pulau kecil di perairan Kecamatan Sijuk Belitung sungguh mempesona dengan hiasan perahu nelayan yang terparkir rapi di sepanjang pesisir pantai menambah indahnya pemandangan.
Sekilas tak ada masalah pada tata kelola wisata di sana, hamparan terumbu karang tertata penuh pesona.
Pantauan kami beberapa awak media dari kejauhan pada Minggu 10 Mei 2026 ke lokasi tersebut sungguh mengagetkan, informasi destinasi wisata yang didengungkan kepada wisatawan berubah menjadi cerita terbalik dari keadaan sebenarnya.
Belasan sampai puluhan ponton-ponton pengambil pasir timah berderet luas dan merubah kawasan pantai dan laut sekitar airnya menjadi keruh dan kotor.
Salah satu sumber yang sempat berbincang dengan kami mengataksn, “para penambang ini beroperasinya pada saat air laut sedang pasang surut, jadi kalau air laut pasang naik mereka baru berhenti, begitulah setiap harinya,”Ucap sumber yang enggan disebut namanya.
Sungguh miris dan sangat disayangkan karena diduga adanya pembiaran dari aparat penegak hukum ataupun pemerintahan setempat dalam hal ini pihak terkait mulai dari tingkat Desa, Kecamatan hingga Kabupaten.
Aparat seakan tidak berdaya mengamankan kawasan wisata laut yang ada karena sampai saat ini para penambang liar ini terus beroperasi secara terang-terangan dan terbuka dimuka umum.
Dugaan adanya oknum yang membekengi para penambang melancarkan mereka melakukan penambangan di kawasan pantai dan laut dengan santai dan tanpa ada rasa takut.(Fibin)
