Tarutung, hariandialog.co.id.- Niat pemerintah untuk
kesejahteraan rakyat khusus buat para petani adalah mulia melalui
bantuan dana membangun irigasi guna mengalirkan air dari hulu ke hilir
yaitu untuk desa Parbubu, Kecamatan Tarutung, kabupaten Tapanuli
Utara, Sumatera Utara.
Proyek Irigasi yang diberi nama AEK SIBOGUNG
diproyeksi untuk mengairi persawahan warga sekitar guna memperlancar
usaha petani. Diharapkan dengan kehadiran irigasi aek Siborgung
diharapkan jumlah waktu tanam akan bertambah dari sekali setahun bisa
tiga kali karena air sudah ada. “Kalau jadi kian ini bermanfaat bisa
tiga kali tanam padi dan tentu penghasilan warga masyarakat yang ada
tanahnya bertambah, namun tidak terwujud,” jelas Horas Tobing.
Gagal niatan untuk lebih sejahtera dari tanam padi
karena tidak bisa dipergunakan irigasi atau saluran air Aek Sibogung.
Padahal, biaya pembangunan proyek tersebut Rp.4,7 Miliar di tahun
2023. Tidak bisa dipergunakan untuk mengaliri sawah karena pecah.
“Baru 20 hari di pergunakan untuk mengaliri air ke sawah sudah pecah
dan pecahnya ke arah sungai. Jadi airnya tetap masuk ke sungai yang
awalnya dari hilir juga dari sungai yang sama,” kata Horas menyebutkan
proyek dikerjakan oleh Marga Simamora.
Akibat pecahnya dinding tembok beton irigasi itu,
malah menimbulkan masalah karena persawahan yang berada di sisi kiri
saluran menjadi tumplak airnya. Terpaksa warga bergotong royong guna
menutup air ke sawah dan dikembalikan ke sungai lagi. “Yah bukannya
menyenangkan tapi malah menyusahkan,” tutur Rahman yang ikut dalam
rombongan pengecekan saluran air irigasi Aek Siborgung.
Warga sekitar aliran irigasi Aek Siborgung yang gagal
itu, jelas sudah tidak bisa menanam padi lagi dan akhirnya seluruh
yang ada disepanjang saluran terpaksa menanam jagung. “Dulu warga
masih bisa mengharapkan tadah hujan dengan menanam padi, sekarang
hanya bisa menanam jagung. Warga susah karena semua menanam jagung
kalau sekali panen semuanya harga jual jagung murah. Dan bila panen
jagung harus beli beras buat makan. Padahal selama ini cukup hasil
panen padi untukdi makan,” terang Rahman. (tob).
