Kalianda, hariandialog.co.id.— Instalasi kabel internet yang
menjuntai rendah dan tidak tertata di sejumlah ruas jalan Kecamatan
Candipuro serta Sidomulyo, Lampung Selatan, kini menjadi ancaman nyata
bagi keselamatan warga.
Kondisi kabel yang semrawut tersebut tidak hanya mengganggu
estetika wilayah, tetapi telah memakan korban jiwa dan menyebabkan
kerugian fisik yang fatal bagi pengguna jalan.
Salah satu korban terdampak adalah Munandir (60), warga Dusun
Bangun Rejo, Desa Way Gelam. Munandir mengalami luka serius setelah
tubuhnya terjerat kabel wifi yang melintang rendah saat ia tengah
melintas di jalan.
Akibat insiden tersebut, ia mengalami cedera pada tulang
pinggang yang membuatnya kehilangan kemampuan untuk bekerja selama
empat bulan terakhir.
Hingga Senin (13/4/2026), Munandir masih harus bergantung pada
alat bantu jalan untuk beraktivitas sehari-hari.
Di dua kecamatan tersebut, kabel-kabel milik berbagai penyedia
layanan internet, seperti SMS dan Speed Network, terlihat terpasang
tanpa mengikuti standar keamanan yang jelas. Banyak kabel yang
menggantung sangat rendah hingga nyaris menyentuh kepala pengendara
sepeda motor.
Munandir mengungkapkan, kompensasi sebesar Rp 2 juta yang
diberikan oleh pihak perusahaan dirasa sangat tidak sebanding dengan
penderitaan fisik dan hilangnya mata pencaharian yang ia alami sejak
kecelakaan tersebut, tulis berita1. (tam-01)
