Jakarta, hariandialog.co.id.- Kementerian Dalam Negeri ( Kemendagri )
mengajak penyelenggara pemilu dan pemangku kebijakan untuk mendukung
penyelenggaraan Pemilu 2024 . Sebagaimana arahan Presiden Jokowi,
Pemilu akan digelar pada 14 Februari 2024.
Sekjen Kemendagri Suhajar Diantoro mengingatkan, Komisi
Pemilihan Umum (KPU) perlu menjaga dan meningkatkan kualitas
penyelenggaraan Pemilu, serta berhati-hati dalam aspek teknis, agar
tidak menjadi isu politik yang tak terkendali.
“Tentunya apa yang dijalankan di lapangan seluruhnya harus
kita dukung bersama, pemerintah daerah maupun DPRD. Kemudian kampanye
juga agar dipersingkat agar tidak menimbulkan perpecahan di antara
kita. Lalu seluruh aparat negara akan dikerahkan untuk kelancaran
proses mulai dari awal sampai dengan selesai,” kata Suharjar
Diantorodalam Rapat Koordinasi (Rakor) Asosiasi DPRD Provinsi Seluruh
Indonesia (ADPSI) dan Asosiasi Sekretaris DPRD Provinsi Seluruh
Indonesia (ASDEPSI), Selasa (25-10-2022).
Suhajar mengungkapkan, arah politik dan hukum dari
keserentakan Pemilu 2024 adalah memperkuat sinkronisasi visi dan misi
presiden dengan kepala daerah. Karena itu, nantinya perlu dipastikan
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) yang dimulai pada
2024 masanya sama dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah
(RPJMD) kepala daerah seluruh Indonesia. Pelaksanaan tujuan ini
menjadi tanggung jawab bersama.
“Sukses Pemilu dan Pilkada serentak ini adalah tanggung
jawab kita bersama. Tanggung jawab penyelenggara (Pemilu), KPU,
Bawaslu, dan DKPP. Tanggung jawab kita pemerintah, baik pemerintah
pusat maupun pemerintah daerah. Pemerintah daerah adalah kepala daerah
dan DPRD,” ujarnya seperti ditulis sindo.
Demi kesuksesan Pemilu, kata Suhajar, perlu juga dukungan
dari masyarakat. Peran pemerintah daerah antara lain menyusun data
kependudukan untuk Pemilu, memastikan netralitas Aparatur Sipil Negara
(ASN), hingga membantu KPU bisa bekerja dengan maksimal tanpa
hambatan. “Peran DPRD juga sangat penting di sini, baik itu kepala
daerah dan DPRD. Kemudian (perlu juga) dukungan SDM, keamanan,
kemudian pendidikan politik. Apabila ini kita kerjakan bersama maka
wajah demokrasi kita akan semakin baik,” katanya.(pitta)
