Jakarta, hariandialog.co.id.- – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya
Yudhi Sadewa, mengaku diancam pengusaha baja nasional menyusul
inspeksi mendadak (sidak) terhadap salah satu perusahaan asal China di
Pulogadung. Ia mengatakan perusahaan-perusahaan baja domestik
mengancam akan beroperasi secara gelap jika perusahaan China terkait
tidak segera ditertibkan.
Diketahui, Purbaya sempat melakukan sidak ke perusahaan baja
asal China di Pulogadung, Jakarta Timur. Sidak tersebut dilakukan
lantaran perusahaan terkait diduga melakukan pembayaran pajak yang
belum mencerminkan besarnya aktivitas bisnis yang dijalankan.
“Sebagian perusahaan baja domestik ngancam saya, kalau tidak
dibetulin saya akan juga beroperasi secara gelap seperti perusahaan
China. Jadi saya pikir, saya mesti bereskan itu,” ungkap Purbaya dalam
acara APBN Kita di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa,
21 Juli 2026
Purbaya mengatakan, potensi pajak terutang dari perusahaan
baja asal China di Pulogadung itu berada di kisaran Rp 100-500 miliar.
Pajak terutang dari perusahaan tersebut tercatat selama beberapa
tahun.
Purbaya mengatakan, negara akan rugi banyak jika pajak
terutang tersebut tidak dibayarkan perusahaan terkait. Pasalnya
perusahaan tersebut tidak hanya melakukan pelanggaran pajak, tetapi
juga menciptakan iklim usaha yang tidak adil. “Itu antara Rp 100
miliar sampai Rp 500 miliar pajak terutangnya. Itu dari satu
perusahaan selama beberapa tahun, kan lumayan kalau ada banyak
perusahaan kayak gitu kan saya bisa, kalau nggak dibayar dengan betul
rugi banyak. Dan bukan itu saja, dia menciptakan kompetisi yang tidak
fair untuk perusahaan-perusahaan domestik yang bayarnya lebih jujur,”
tegasnya.
Sebagai informasi, Purbaya melakukan sidak di perusahaan
baja asal China di kawasan Pulogadung, Jakarta Timur. Kunjungan
tersebut dilakukan sebagai upaya memperkuat pengawasan kepatuhan
perpajakan sekaligus menjaga iklim persaingan usaha yang sehat di
industri nasional, tulis dtcfn. (diah-01)
