
Denpasar- hariandialog.co.id- 10 April Otoritas jasa Keuangan Prov. Bali Mencatat, Jumlah investor Pasar Modal di Provinsi Bali masih menunjukkan pertumbuhan double digit dibandingkan posisi sama tahun sebelumnya.Pada Januari 2026, jumlah investor di Provinsi Bali mencapai 369.223 Single Investor Identification (SID) atau tumbuh 24,45 persen yoy (Januari 2025: 24,62 persen yoy, Desember 2025: 22,69 persen yoy). Sementara itu, nilai kepemilikan saham mencapai Rp8,73 triliun atau tumbuh 59,97 (Januari 2025: 19,73 persen yoy, Desember 2025: 54,61 persen yoy).
Perkembangan Perusahaan Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, dan Fintech Peer to Peer Lending, Piutang Pembiayaan Perusahaan Pembiayaan di Provinsi Bali posisi Januari 2026 mencapai Rp12,18 triliun atau tumbuh 3,33 persen yoy (Januari 2025: 7,95 persen yoy, Desember 2025: 0,68 persen yoy). Kualitas pembiayaan tetap terjaga dengan Non Performing Financing (NPF) sebesar 1,43 persen (Januari 2025: 0,92 persen, Desember 2025: 1,31 persen).
Kredit Ventura Tumbuh 27,39 %
Penyaluran pembiayaan melalui Modal Ventura di Provinsi Bali tercatat sebesar Rp113,53 miliar atau tumbuh sebesar 27,39 persen yoy (Januari 2025: 5,36 persen yoy, Desember 2025: 22,34 persen yoy). Kualitas pembiayaan juga tetap terjaga, tercermin dari NPF yang berada pada level rendah dan terkendali yaitu sebesar 1,15 persen (Januari 2025: 1,25 persen, Desember 2025: 1,17 persen).
Sementara itu, penyaluran pembiayaan melalui Fintech peer to peer lending juga masih menunjukkan pertumbuhan yang cukup tinggi mencapai 34,97 persen yoy yakni sebesar Rp2,09 triliun (Januari 2025: 54,47 persen yoy, Desember 2025: 40,58 persen yoy). Seiring dengan meningkatnya pertumbuhan pembiayaan, Tingkat Wan Prestasi 90 hari (TWP 90) Fintech peer to peer lending posisi Januari 2026 juga sedikit mengalami peningkatan menjadi sebesar 1,53 persen (Januari 2025: 1,05 persen, Desember 2025: 2,13 persen), namun masih dalam rentang yang terkendali. ( */NL )
