Jakarta, hariandialog.co.id.- Wakil Ketua Komisi Pemberantasan
Korupsi (KPK) Alexander Marwata berharap Menteri Pertanian (Mentan)
Syahrul Yasin Limpo (SYL) segera kembali ke Indonesia. Syahrul Yasin
Limpotengah terseret kasus dugaan korupsi tiga cluster, pemerasan
dalam jabatan, penerimaan gratifikasi, dan tindak pidana pencucian
uang (TPPU). “Semoga yang bersangkutan segera kembali ke Indonesia,”
ujar Alex dalam keterangannya, Rabu (04-10-2023).
Komisioner KPK ini berharap SYL selaku menteri bisa
memberikan contoh yang baik dalam menghadapi proses hukum di lembaga
antirasuah. Alex meminta SYL kooperatif dan memenuhi panggilan
pemeriksaan nanti saat dijadwalkan.
Hanya saja Alex tak merinci kapan Mentan SYL akan
dipanggil. Pasalnya, kewenangan pemeriksaan terhadap mantan Gubernur
Sulawesi Selatan ini ada pada tim penyidik KPK. “Semoga yang
bersangkutan kooperatif dan memenuhi panggilan KPK,” kata Alex.
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nawawi
Pomolango juga angkat bicara soal Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul
Yasin Limpo (SYL) yang diduga hilang kontak di Eropa. Nawawi meminta
semua pihak berpikir positif berkaitan dengan hal ini. “Positif
thinking saja, mungkin cuma tersesat, kita berharap agar yang
bersangkutan bisa segera temukan jalan yang benar, balik ke
Indonesia,” ujar Nawawi dalam keterangannya, Rabu (04-10-2023).
SYL sendiri tengah terseret kasus dugaan korupsi di
Kementerian Pertanian (Kementan). KPK tengah mengusut tiga cluster
korupsi, yakni pemerasan dalam jabatan, penerimaan gratifikasi, dan
tindak pidana pencucian uang (TPPU).
Nawawi memastikan pengusutan kasus dugaan korupsi ini
akan terus dilakukan, meskiMentan Syahrul Yasin Limpo belum kembali.
“Yang pasti, proses penyidikan perkara akan terus dilakukan satgas
penyidikan,” kata dia tulis liputan6.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo tak bisa dihubungi.
Dugaan Mentan Syahrul Yasin Limpo hilang kontak saat berada di Eropa
ini diungkap Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Harvick Hasnul Qolbi.
Dia menjelaskan, Syahrul melakukan kunjungan kerja ke
Italia dan Spanyol bersama beberapa pejabat eselon dan staf di
lingkungan Kementerian Pertanian sejak akhir September 2023. Namun,
kata Harvick, para pejabat dan staf tersebut kembali ke Indonesia
lebih awal. “Kembali ke Tanah Airnya ini memang masing-masing karena
mungkin tiket juga terbatas. Akhirnya terpisah (dengan Mentan),” ujar
Harvick kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta,
Selasa (3/10/2023). (red-01).
